Sambungan dari (cerita Ayah!Dimana
Hatimu???!!)……
Aku dan Bunda memang tidak terlalu
dekat. Entah kenapa hubungan Aku dan Bunda sangat renggang. Mungkin karena Aku
anak yang paling sering melawan jika diberi nasihat atau mungkin karena sejak
kecil Aku lebih sering menghabiskan waktu bersama nenek, yang biasa Aku panggil
dengan sebutan “Mama” tapi bukan berarti Aku tidak menyayangi Bunda, Bunda
tetap Bunda yang sangat Aku cintai.
“Fira”’
terdengar suara Ayah memanggilku.
Aku
tidak peduli. Aku masih sangat marah kepada Ayah. Lalu, Ayah masuk ke kamarku,
ada sedikit harapan dihatiku, semoga Ayah akan mengubah keputusannya, tapi…
“Fira,
Ayah tidak suka kamu membangkang keputusan Ayah, kamu harus tahu kakak-kakak
tirimu dulu saat Ayah suruh berhenti sekolah di kelas 4 dan masuk pesantren,
mereka tidak pernah sedikitpun melawan seperti kamu ini”.
“Itu
kan kakak-kakak Fira, Yah. Bukan Fira, Fira beda dari mereka”ucapan yang
terpaksa Aku pendam dalam hati karena Aku tidak berani mengatakannya, akhirnya
terlontarkan juga.
Ayah yang terkenal fanatik ternyata
lebih fanatik dari yang Aku kira, bila harus Aku katakan,”pemikirannya masih
pemikiran orang awam.” Aku terdiam menunduk, Ayah masih berdiri di depanku.
“Sekolah
itu HARAM,”ucap Ayah dengan lebih menekankan kata ‘haram’
Deg…Aku tersentak, reflex kepalaku
mendongak, ku tatap wajah Ayah dan entah darimana keberanian itu datang. Aku
berkata,”Haram?!!Ayah bilang Haram, Haram apanya ? apa ada ayat Al-Qur’an atau
Hadist yang mengatakan menuntut ilmu itu haram, kalau memang ada kasih tahu
Fira, Yah. Surat apa? ayat berapa? hadist apa? Supaya Fira tahu,”ucap Fira
lantang.
Ayah melotot, dia tidak menyangka, Aku
berani mengatakan semua itu.
“Cuh,”Ayah
meludah tepat mengenai kepalaku. Tangisku semakin menjadi, saaakiiit rasanya…
“Dasar
anak durhaka, selalu membangkang orang tua, merasa hebat kamu?”maki Ayah dengan
kasarnya.
Aku masih tidak bisa menerima ucapan
Ayah.
“Yah,
Fira bukan merasa hebat, tapi apa salah kalau Fira menuntut hak Fira sebagai
anak, Fira nggak mau jadi orang bodoh, Yah. Ayah bilang sekolah itu haram,
bukannya mencari ilmu itu wajib, bahkan sampai kita masuk ke liang lahat.
Ayah sudah melayangkan tangannya hendak
memukulku, tapi tiba-tiba Bunda datang dan menghalangi niat Ayah,”Yah,
jangan”kata Bunda seraya menarik Ayah keluar dari kamarku.
Itulah Ayah, cepat marah, kasar, dan
selalu tidak mau menerima pendapat orang lain tapi Aku tahu, dibalik semua itu,
Ayah adalah orang yang baik, dermawan, dan lembut walaupun kelembutan hatinya
tidak pernah diperlihatkan kepada kami, anak-anaknya.
***
Bersambung……
No comments:
Post a Comment