Monday, May 20, 2013

AYAH, DIMANA HATIMU !! (2)


Sambungan dari (cerita Ayah!Dimana Hatimu???!!)……
Aku dan Bunda memang tidak terlalu dekat. Entah kenapa hubungan Aku dan Bunda sangat renggang. Mungkin karena Aku anak yang paling sering melawan jika diberi nasihat atau mungkin karena sejak kecil Aku lebih sering menghabiskan waktu bersama nenek, yang biasa Aku panggil dengan sebutan “Mama” tapi bukan berarti Aku tidak menyayangi Bunda, Bunda tetap Bunda yang sangat Aku cintai.
            “Fira”’ terdengar suara Ayah memanggilku.
            Aku tidak peduli. Aku masih sangat marah kepada Ayah. Lalu, Ayah masuk ke kamarku, ada sedikit harapan dihatiku, semoga Ayah akan mengubah keputusannya, tapi…
            “Fira, Ayah tidak suka kamu membangkang keputusan Ayah, kamu harus tahu kakak-kakak tirimu dulu saat Ayah suruh berhenti sekolah di kelas 4 dan masuk pesantren, mereka tidak pernah sedikitpun melawan seperti kamu ini”.
            “Itu kan kakak-kakak Fira, Yah. Bukan Fira, Fira beda dari mereka”ucapan yang terpaksa Aku pendam dalam hati karena Aku tidak berani mengatakannya, akhirnya terlontarkan juga.
Ayah yang terkenal fanatik ternyata lebih fanatik dari yang Aku kira, bila harus Aku katakan,”pemikirannya masih pemikiran orang awam.” Aku terdiam menunduk, Ayah masih berdiri di depanku.
            “Sekolah itu HARAM,”ucap Ayah dengan lebih menekankan kata ‘haram’
Deg…Aku tersentak, reflex kepalaku mendongak, ku tatap wajah Ayah dan entah darimana keberanian itu datang. Aku berkata,”Haram?!!Ayah bilang Haram, Haram apanya ? apa ada ayat Al-Qur’an atau Hadist yang mengatakan menuntut ilmu itu haram, kalau memang ada kasih tahu Fira, Yah. Surat apa? ayat berapa? hadist apa? Supaya Fira tahu,”ucap Fira lantang.
Ayah melotot, dia tidak menyangka, Aku berani mengatakan semua itu.
            “Cuh,”Ayah meludah tepat mengenai kepalaku. Tangisku semakin menjadi, saaakiiit rasanya…
            “Dasar anak durhaka, selalu membangkang orang tua, merasa hebat kamu?”maki Ayah dengan kasarnya.
Aku masih tidak bisa menerima ucapan Ayah.
            “Yah, Fira bukan merasa hebat, tapi apa salah kalau Fira menuntut hak Fira sebagai anak, Fira nggak mau jadi orang bodoh, Yah. Ayah bilang sekolah itu haram, bukannya mencari ilmu itu wajib, bahkan sampai kita masuk ke liang lahat.
Ayah sudah melayangkan tangannya hendak memukulku, tapi tiba-tiba Bunda datang dan menghalangi niat Ayah,”Yah, jangan”kata Bunda seraya menarik Ayah keluar dari kamarku.
Itulah Ayah, cepat marah, kasar, dan selalu tidak mau menerima pendapat orang lain tapi Aku tahu, dibalik semua itu, Ayah adalah orang yang baik, dermawan, dan lembut walaupun kelembutan hatinya tidak pernah diperlihatkan kepada kami, anak-anaknya.
***
Bersambung……

No comments:

Post a Comment