Saturday, November 17, 2012

AYAH, DIMANA HATIMU !! (1)



AYAH,DIMANA HATIMU ??
Oleh : Siti Kulsum Suryana Putri (X-MM 1)
            Aku masih menangis sesenggukkan di kamarku. Kesal, sedih, benci rasanya mendengar keputusan Ayah yang menurutku sangat seenaknya. Bagaimaan tidak, Aku yang baru tamat SD dan memimpikan masuk SMP, SMA, dan Perguruan Tinggi, tiba-tiba mendengar keputusan Ayah yang melarangku sekolah dan menyuruhku untuk mondok.
            Aku shock !!!”Ya Allah, mana mungkin Aku bisa meraih cita-citaku bila tanpa pendidikan,”rintih hatiku. Kubuka raport dan ijazah yang terpampang di depanku, lalu ku lempar. Aku berpikir,”untuk apa slama ini Aku berusaha berprestasi, untuk apa aku berusaha mendapatkan nilai terbaik bila akhirnya akan percuma seperti ini”. Aku mulai putus asa, seseorang…tidak adakah seseorang yang dapat menolongku ? jujur Aku benar-benar benci dan kesal pada Ayah saat itu.
            Aku tak mengerti apa alasan Ayah melarangku melanjutkan sekolah, padahal slama ini Aku merasa tidak pernah mengecewakannya.
            “Treek”, tiba-tiba pintu kamarku terbuka, kulihat siapa yang datang, Bunda !!
            Aku tahu sebenarnya pemikiran Bunda berlawanan dengan pemikiran Ayah, tapi apalah daya, bagaimanapun Bunda harus mengikuti keputusan Ayah.
            Bunda mendekatiku…
            “Fira, udah jangan nangis terus, lama-lama Ayahmu itu bisa kesal dan marah sama kamu”.
            “Biarin aja, kalau Ayah tetap nggak ngizinin Fira sekolah, Fira nggak akan berhenti nangis. Bun, kenapa sih Ayah nggak ngizinin Fira sekolah ?”
            “Fira, Ayah kamu itu takut kamu terbawa pergaulan bebas, sekarang ini sudah banyak contohnya, anak sekolah yang inilah…anak sekolah yang itulah. Jadi kamu harus ngerti, sebenarnya Ayah kamu itu sayang sama kamu”.
            “Alasan yang terlalu dibuat-buat dan nggak masuk akal”,bantahku. “Bun, kalau Ayah sayang sama Fira bukan begini caranya, Ayah nggak boleh memvonis anak sekolah seperti itu”.
            “Fira, Bunda sudah capek memberi tahu kamu”,ucap Bunda lalu keluar dari kamarku.

bersambung....