AYAH,DIMANA
HATIMU ??
Oleh : Siti
Kulsum Suryana Putri (X-MM 1)
Aku masih menangis sesenggukkan di kamarku. Kesal, sedih,
benci rasanya mendengar keputusan Ayah yang menurutku sangat seenaknya. Bagaimaan
tidak, Aku yang baru tamat SD dan memimpikan masuk SMP, SMA, dan Perguruan
Tinggi, tiba-tiba mendengar keputusan Ayah yang melarangku sekolah dan
menyuruhku untuk mondok.
Aku
shock !!!”Ya Allah, mana mungkin Aku bisa meraih cita-citaku bila tanpa
pendidikan,”rintih hatiku. Kubuka raport dan ijazah yang terpampang di depanku,
lalu ku lempar. Aku berpikir,”untuk apa slama ini Aku berusaha berprestasi,
untuk apa aku berusaha mendapatkan nilai terbaik bila akhirnya akan percuma
seperti ini”. Aku mulai putus asa, seseorang…tidak adakah seseorang yang dapat
menolongku ? jujur Aku benar-benar benci dan kesal pada Ayah saat itu.
Aku
tak mengerti apa alasan Ayah melarangku melanjutkan sekolah, padahal slama ini
Aku merasa tidak pernah mengecewakannya.
“Treek”,
tiba-tiba pintu kamarku terbuka, kulihat siapa yang datang, Bunda !!
Aku
tahu sebenarnya pemikiran Bunda berlawanan dengan pemikiran Ayah, tapi apalah
daya, bagaimanapun Bunda harus mengikuti keputusan Ayah.
Bunda
mendekatiku…
“Fira,
udah jangan nangis terus, lama-lama Ayahmu itu bisa kesal dan marah sama kamu”.
“Biarin
aja, kalau Ayah tetap nggak ngizinin Fira sekolah, Fira nggak akan berhenti
nangis. Bun, kenapa sih Ayah nggak ngizinin Fira sekolah ?”
“Fira,
Ayah kamu itu takut kamu terbawa pergaulan bebas, sekarang ini sudah banyak
contohnya, anak sekolah yang inilah…anak sekolah yang itulah. Jadi kamu harus
ngerti, sebenarnya Ayah kamu itu sayang sama kamu”.
“Alasan
yang terlalu dibuat-buat dan nggak masuk akal”,bantahku. “Bun, kalau Ayah sayang
sama Fira bukan begini caranya, Ayah nggak boleh memvonis anak sekolah seperti
itu”.
“Fira,
Bunda sudah capek memberi tahu kamu”,ucap Bunda lalu keluar dari kamarku.
bersambung....
No comments:
Post a Comment