Bunda..
Sekarang, disini, dalam hidupku..
Tak pernah ada lagi tawa... yang ada hanya hidup dalam sepi, sendiri, hampa. Semua hilang entah kemana. Ayah seakan tak pernah perduli lagi pada kehidupan kami. Kakak dan adikku, entah kemana mereka pergi dan entah kapan mereka akan kembali.
Bunda...
Semoga nun jauh disana...kau tidak melihat apa yang terjadi pada kami, anak-anakmu setelah kau tinggalkan kami slama-lamanya.
Andai kau tahu...hidup kami disini hancur setelah kepergianmu. Akupun tak tahu kapan penderitaan ini akan berakhir. Aku tidak pernah merasakan bagaimana rasanya memiliki sebuah keluarga. Aku iri melihat anak-anak seusiaku begitu dekat dengan ayah/bundanya hingga mereka terlihat seperti sepasang sahabat. Aku iri karena aku tidak memiliki orang tua seperti itu.
Sekarang...Aku tak pernah tahu untuk siapa aku berusaha mencapai segalanya.
TUHAN...
Mengapa aku tidak pernah merasakan memiliki seorang ayah ???
Ayahku terlalu asing bagiku, dia seperti orang lain bagiku. Mengapa TUHAN ???
Bunda...andai TUHAN memberiku izin untuk bertemu denganmu sekali... saja. Aku ingin menceritakan semua keluh-kesah kami kepadamu. Aku ingin menangis dipangkuanmu hingga air mata ini kering, agar tidak pernah ada lagi air mataku yang jatuh.
Terkadang...aku ingin sekali marah kepada TUHAN ..
Mengapa Dia mengambilmu sebelum aku berbakti kepadamu. Sampai kapanpun aku tidak akan pernah bisa melupakanmu, hingga saat ini bayangmu selalu hadir dalam hidupku.
TUHAN ... Aku harus bagaimana agar dosaku kepada ayah dan ibu tiriku tidak bertambah terus.... aku lelah..
Tolong aku,, keluarkan aku dari kehidupan mereka. Aku tidak ingin hidup bersama mereka.
Lebih baik aku hidup sendiri daripada harus hidup bersama keluarga tetapi tetap selalu sendiri dan sepi...
I MISS YOU AND I LOVE YOU FOREVER BUNDA...
I love this post, I was thrilled to read.
ReplyDelete